<?xml version='1.0'?>

<rss version="2.0" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"  >
	<channel>
		<title><![CDATA[INDOKITA-dot-COM: dedenz's blog]]></title>
		<link>http://www.indokita.com/pg/blog/dedenz?view=rss</link>
				
	<item>
	  <guid isPermaLink='true'>http://www.indokita.com/pg/blog/dedenz/read/1365/batik-batik-2-october-2009</guid>
	  <pubDate>Thu, 10 Sep 2009 00:12:34 -0400</pubDate>
	  <link>http://www.indokita.com/pg/blog/dedenz/read/1365/batik-batik-2-october-2009</link>
	  <title><![CDATA[Batik - Batik - 2 October 2009]]></title>
	  <description><![CDATA[<p>Indonesia sangat kaya akan budaya, fakta ini tidak bisa disangkal lagi oleh siapapun. Namun dibalik kekayaan tersebut justru Pemerintah dan bangsa Indonesia sangat lemah mematenkan apa yang seharusnya menjadi hak bangsa Indonesia.</p>
<p> Dalam seminggu terakhir Bangsa Indonesia dikagetkan dengan klaim Malaysia atas tarian Pendet dari Bali. Dari data yang dikumpul situs <a href="http://budaya-indonesia.org/" target="_blank">http://budaya-indonesia.org</a> setidaknya terdapat 32 daftar artefak budaya Indonesia yang di klaim bangsa lain.</p>
<p> Berikut ini adalah daftar artefak budaya Indonesia yang diduga dicuri, dipatenkan, diklaim, dan atau dieksploitasi secara komersial oleh korporasi asing, oknum warga negara asing, ataupun negara lain:</p>
<p> 1. Batik dari Jawa oleh Adidas<br /> 2. Naskah Kuno dari Riau oleh Pemerintah Malaysia<br /> 3. Naskah Kuno dari Sumatera Barat oleh  Pemerintah Malaysia<br /> 4. Naskah Kuno dari Sulawesi Selatan oleh Pemerintah Malaysia<br /> 5. Naskah Kuno dari Sulawesi Tenggara oleh Pemerintah Malaysia<br /> 6. Rendang dari Sumatera Barat oleh Oknum WN Malaysia<br /> 7. Sambal Bajak dari Jawa Tengah oleh Oknum WN Belanda<br /> 8. Sambal Petai dari Riau oleh Oknum WN Belanda<br /> 9. Sambal Nanas dari Riau oleh Oknum WN Belanda<br /> 10. Tempe dari Jawa oleh Beberapa Perusahaan Asing<br /> 11. Lagu Rasa Sayang Sayange dari Maluku oleh Pemerintah Malaysia<br /> 12. Tari Reog Ponorogo dari Jawa Timur oleh Pemerintah Malaysia<br /> 13. Lagu Soleram dari Riau oleh Pemerintah Malaysia<br /> 14. Lagu Injit-injit Semut dari Jambi oleh Pemerintah Malaysia<br /> 15. Alat Musik Gamelan dari Jawa oleh Pemerintah Malaysia<br /> 16. Tari Kuda Lumping dari Jawa Timur oleh Pemerintah Malaysia<br /> 17. Tari Piring dari Sumatera Barat oleh Pemerintah Malaysia<br /> 18. Lagu Kakak Tua dari Maluku oleh Pemerintah Malaysia<br /> 19. Lagu Anak Kambing Saya dari  Nusa Tenggara oleh Pemerintah Malaysia<br /> 20. Kursi Taman Dengan Ornamen Ukir Khas Jepara dari Jawa Tengah oleh Oknum WN Perancis<br /> 21. Pigura Dengan Ornamen Ukir Khas Jepara dari Jawa Tengah oleh Oknum WN Inggris<br /> 22. Motif Batik Parang dari Yogyakarta oleh Pemerintah Malaysia<br /> 23. Desain Kerajinan Perak Desak Suwarti dari Bali oleh Oknum WN Amerika<br /> 24. Produk Berbahan Rempah-rempah dan Tanaman Obat Asli Indonesia oleh Shiseido Co Ltd<br /> 25. Badik Tumbuk Lada oleh Pemerintah Malaysia<br /> 26. Kopi Gayo dari Aceh oleh perusahaan multinasional (MNC) Belanda<br /> 27. Kopi Toraja dari Sulawesi Selatan oleh perusahaan Jepang<br /> 28. Musik Indang Sungai Garinggiang dari Sumatera Barat oleh Malaysia<br /> 29. Kain Ulos oleh Malaysia<br /> 30. Alat Musik Angklung oleh Pemerintah Malaysia<br /> 31. Lagu Jali-Jali oleh Pemerintah Malaysia<br /> 32. Tari Pendet dari Bali oleh Pemerintah Malaysia</p>
<p> Bangsa serumpun atau dikenal dengan Malaysia setidaknya mengklaim  21 artefak budaya Indonesia, dan yang terkini adalah tari Pendet dari Bali.</p>
<p> 1. Naskah Kuno dari Riau oleh Pemerintah Malaysia<br /> 2. Naskah Kuno dari Sumatera Barat oleh Pemerintah Malaysia<br /> 3. Naskah Kuno dari Sulawesi Selatan oleh Pemerintah Malaysia<br /> 4. Naskah Kuno dari Sulawesi Tenggara oleh Pemerintah Malaysia<br /> 5. Rendang dari Sumatera Barat oleh Oknum WN Malaysia<br /> 6. Lagu Rasa Sayang Sayange dari Maluku oleh Pemerintah Malaysia<br /> 7. Tari Reog Ponorogo dari Jawa Timur oleh Pemerintah Malaysia<br /> 8. Lagu Soleram dari Riau oleh Pemerintah Malaysia<br /> 9. Lagu Injit-injit Semut dari Jambi oleh Pemerintah Malaysia<br /> 10. Alat Musik Gamelan dari Jawa oleh Pemerintah Malaysia<br /> 11. Tari Kuda Lumping dari Jawa Timur oleh Pemerintah Malaysia<br /> 12. Tari Piring dari Sumatera Barat oleh Pemerintah Malaysia<br /> 13. Lagu Kakak Tua dari Maluku oleh Pemerintah Malaysia<br /> 14. Lagu Anak Kambing Saya dari Nusa Tenggara oleh Pemerintah Malaysia<br /> 15.  Motif Batik Parang dari Yogyakarta oleh Pemerintah Malaysia<br /> 16. Badik Tumbuk Lada oleh Pemerintah Malaysia<br /> 17. Musik Indang Sungai Garinggiang dari Sumatera Barat oleh Malaysia<br /> 18. Kain Ulos oleh Malaysia<br /> 19. Alat Musik Angklung oleh Pemerintah Malaysia<br /> 20. Lagu Jali-Jali oleh Pemerintah Malaysia<br /> 21. Tari Pendet dari Bali oleh Pemerintah Malaysia</p>
<p> Mungkin masih banyak lagi artefak budaya Indonesia yang diklaim negara lain, ayo bersama-sama jaga Identitas Indonesia! <a href="http://www.maubaca.com/" target="_blank">http://www.maubaca.com</a></p>
<p> Tgl 2 OKTOBER 2009 nanti, UNESCO mengukuhkan BATIK Indonesia sebagai Warisan Budaya Dunia (World Heritage). Jika Anda merasa sebagai bangsa Indonesia, mari kita pakai baju batik pada tgl 2/10 (Let's wear Batik on Oct 2nd)</p>
]]></description>
	  	  <dc:creator>dedenz</dc:creator>
	  	  	</item>

	<item>
	  <guid isPermaLink='true'>http://www.indokita.com/pg/blog/dedenz/read/1363/hati-hati-dengan-kredit-card-anda-saran-dari-mbak-reny-puspita-sari</guid>
	  <pubDate>Wed, 09 Sep 2009 20:59:34 -0400</pubDate>
	  <link>http://www.indokita.com/pg/blog/dedenz/read/1363/hati-hati-dengan-kredit-card-anda-saran-dari-mbak-reny-puspita-sari</link>
	  <title><![CDATA[Hati - Hati Dengan Kredit Card anda, Saran dari Mbak Reny Puspita Sari]]></title>
	  <description><![CDATA[<p>KASUS 1</p>
<div>Ini yang terbaru. Orang- orang tanpa kita sadari sibuk mencari cara untuk menipu kita.</p>
<p>Seorang teman pergi ke klub fitness lokal dan meletakkan barang-baranya di loker. Setelah selesai berolah raga dia mandi, keluar, dan melihat pintu lokernya terbuka. Dia berpikir 'Lucu, mungkin saya lupa mengunci loker'.</p>
<p>Dia periksa dompetnya, kelihatan beres - semua kartu kredit ada di tempatnya.</p>
<p>Beberapa minggu kemudian tagihan rutin kartu kredit diterimanya - ada tagihan yang mencengangkan sebesar $14,000 (140 juta rupiah) !</p>
<p>Dia segera menghubungi kantor kartu kredit itu dan marah-marah, berkata bahwa dia tidak pernah melakukan transaksi sebesar itu.</p>
<p>Petugas di sana kemudian melakukan pemeriksaan dan menurut data yang ada tidak ada kesalahan pada sistem. Petugas itu bertanya apakah kartunya dicuri orang.</p>
<p>'Tidak' katanya, tapi ketika dia membuka dompetnya, mengambil kartu kredit, dan yup - <span style="border-bottom: 1px dashed #0066cc;">anda bisa</span> menduganya - ternyata kartunya sudah ditukar. Yang ada di dalam dompetnya sekarang adalah sebuah kartu kredit dari bank yang sama yang sudah kadaluwarsa.</p>
<p>Seorang pencuri ternyata telah membuka paksa lokernya di klub fitness dan menukar kartu kreditnya.</p>
<p>Putusan : Penerbit kartu kredit berkata bahwa karena dia tidak pernah melaporkan kehilangan kartu kreditnya dari awal, maka dia harus membayar semua tagihan yang terhutang.</p>
<p>Berapa banyak dia harus membayar barang-barang yang tidak pernah dibelinya? $9,000 (90 juta rupiah!) !</p>
<p>Kemudian mengapa tidak ada konfirmansi dari penerbit kartu kredit saat kartu itu digesek?</p>
<p>Pemakaian dalam jumlah yang kecil sangat jarang mendapatkan "tanda peringatan" dari beberapa penerbit kartu kredit.</p>
<p>Jumlah yang besar itu terjadi karena akumulasi dari pemakaian yang kecil secara terus menerus!</p>
<p>* * * * *</p>
<p>KASUS 2</p>
<p>Seorang laki-laki makan di restoran lokal dan membayar tagihannya dengan kartu kredit.</p>
<p>Kertas tagihan diantar, dia menandatangani, dan pelayanan melihat bon dan memberikan kartu kreditnya.</p>
<p>Biasanya dia langsung memasukkan kartu kredit itu ke dalam dompet. Tapi lucunya dia secara tidak sengaja mengamati kartu kreditnya, dan ternyata yang diterima adalah kartu kredit milik orang lain yang sudah kedaluwarsa.</p>
<p>Dia segera memanggil pelayan itu lagi dan pelayan itu tampak kebingungan.</p>
<p>Pelayan mengambil kartu itu, meminta maaf dan segera kembali ke kasir di ikuti pandangan mata penuh selidik dari pemilik kartu. Dia memberikan kartu kredit kedaluwarsa itu pada kasir, dan petugas konter kasir segera melihat ke bawah dan mengambil kartu yang sebenarnya.</p>
<p>Tidak ada kata-kata yang diucapkan --- sama sekali tidak ada! Pelayan mengambilnya dan memberikan pada pelanggan itu sambil meminta maaf.</p>
<p>Putusan : Pastikan bahwa kartu kredit di dompet adalah benar-benar milik anda. Periksa nama di kartu setiap kali anda menandatangani setiap lembar tagihan atau jika kartu anda dibawa pergi pelayan dalam waktu yang singkat.</p>
<p>Banyak orang langsung memasukkan kartu kredit ke dalam dompet bahkan tanpa melihatnya, karena beranggapan bahwa kartu itu memang miliknya.</p>
<p>DEMI KEAMANAAN ANDA, CIPTAKAN KEBIASAAN UNTUK MEMERIKSA IDENTITAS <span style="border-bottom: 1px dashed #0066cc;">KARTU</span> KREDIT ANDA SETIAP KALI KARTU ITU ANDA TERIMA SETELAH MELAKUKAN TRANSAKSI!</p>
<p>* * * * *</p>
<p>KASUS 3</p>
<p>Kemarin saya pergi ke retoran pizza dan mengambil barang yang pesanan saya.</p>
<p>Saya membayar dengan kartu kredit Visa, yang tentu saya langsung terhubung pada akun pemeriksaan saya.</p>
<p>Anak muda yang berada di balik konter mengambil kartu saya, menggesek, dan meletakkan di meja konter untuk menunggu saya tanda tangan, dimana ini adalah sebuah prosedur standar.</p>
<p>Saat dia menunggu, dia menggambil hapenya dan mulai menelpon.</p>
<p>Saya memperhatikan hape itu karena saya juga punya dengan model yang sama, tapi tampaknya sedikit berbeda dengan yang ada di pasaran. Kemudian yang mendengar suara cekrek yang sama dengan bunyi telpon saya jika digunakan untuk mengambil foto.</p>
<p>Setelah tanda tangan selesai dia mengembalikan kartu saya kembali, sementara itu saya berpikir: 'saya rasa dia sudah mengambil foto kartu kredit saya'.<br />Anak muda itu melakukan sebuah tipuannya dengan baik, tapi saya telah memperhatikannya.</p>
<p><span style="border-bottom: 1px dashed #0066cc;">Tanpa</span> banyak bicara, begitu meninggalkan restoran pizza itu saya segera membatalkan kartu kredit saya.</p>
<p>Apa yang ingin saya sampaikan adalah berhati-hatilah terhadap sekeliling anda setiap saat. Kapan saja anda mempergunakan kartu kredit anda, selalu waspada dan jangan lengah. Perhatikan siapa yang berdiri di dekat anda dan apa yang mereka lakukan pada kartu anda ..</p>
<p>Berhati-hatilah terhadap hape, karena sekarang ini umumnya hape sudah dilengkapi dengan kamera.</p>
<p>* * * * *</p></div>
<div>Dari</div>
<div><span style="font-family: Book Antiqua; font-size: x-small;">Reny Puspitasari<br />e-mail : <a href="http://us.mc583.mail.yahoo.com/mc/compose?to=reny.puspitasari@idemitsu-lube.co.id" target="_blank">reny.puspitasari@ idemitsu- lube.co.id</a> <br /></span></div>
]]></description>
	  	  <dc:creator>dedenz</dc:creator>
	  	  	</item>

	<item>
	  <guid isPermaLink='true'>http://www.indokita.com/pg/blog/dedenz/read/1135/cina-vs-arabhehehe</guid>
	  <pubDate>Sun, 06 Sep 2009 05:02:17 -0400</pubDate>
	  <link>http://www.indokita.com/pg/blog/dedenz/read/1135/cina-vs-arabhehehe</link>
	  <title><![CDATA[Cina Vs Arab...hehehe]]></title>
	  <description><![CDATA[<p>Konon ada sepasang sahabat asal Cina dan Arab lagi kebingungan karena usaha mereka bangkrut. Setelah memutar keras otak mereka, mereka sepakat membuka pelayanan kesehatan. Maka si Cina jadi sinshe, dan si Arab menjadi tabib. Setelah satu minggu praktek, si tabib tetap sepi pasien, namun si sinshe mulai kebanjiran pasien. Si tabib putar otak untuk melawan si sinshe. Maka si tabib mengeluarkan jurus dengan memasang pengumuman di depan ruang prakteknya: &ldquo;Jika Tidak Sembuh Uang Kembali Tiga Kali Lipat&rdquo; Taktik itu manjur, pasien lalu berdatangan ke si tabib. Giliran si sinshe sewot lalu mencari akal. &ldquo;Haiyaaa, lumayan kalo owe purak-purak sakit dan tidak sembuh dapat uang lha&hellip;&rdquo; (baca dengan logat cina ya). Lalu ia mendatangi si tabib. Si Sinshe: &ldquo;Haiyaaa, tolong owe. Owe punya sakit mati rasa. Owe tidak bisa lagi rasain rasa setiap makanan yang owe telan, haiyaa&hellip;&rdquo; Si Tabib: &ldquo;Ana fikir itu gamfang ana sembuhkan.&rdquo; Lalu si tabib memanggil asistennya. Si Tabib: &ldquo;Hasaaannnn, cefat ente bawa kesini obat nomor 14.&rdquo; Secepat mungkin si asisten yang bernama Hasan membawa obat nomor 14 dan oleh si tabib diberikan kepada si sinshe. Dan si sinshe langsung menguyah sebelum menelan obat nomor 14 tersebut. Si Sinshe: &ldquo;Haiyaaa, ini bukan obat lhaaa, tapi ini tai ayam.&rdquo; Si Tabib: &ldquo;Ente betul. Itu tai ayam. Berarti ente sudah sembuh dan tidak mati rasa lagi.&rdquo; Si sinshe pulang dengan kesal karena kalah akal. Lalu ia kembali memutar otak berpikir mencari akal untuk mengalahkan si tabib dan sekaligus dapat uang si tabib. Maka kali ini si sinse kembali pura-pura sakit lupa yang sangat kronis. Si Sinshe: &ldquo;Haiyaaaa tabib, owe sakit lupa parah sekali. Owe lupa semua peristiwa dan memori owe. Haiyaaa, tolong owe.&rdquo; Si Tabib: &ldquo;Gamfang. Ana fasti tolong ente dan ente fasti sembuh. Obat ana mujarab sekali.&rdquo; Lalu seperti biasa si sinse memanggil si Hasan sang asisten. Si Tabib: &ldquo;Hasaaaaan, cefat ente bawa kemari obat nomor 14.&rdquo; Si Sinshe: &ldquo;Haiyaaaa, owe tidak mau lagi makan tai ayaaaam. Haiyaaaaa&hellip; Owe tidak mau&hellip;&rdquo; Si Tabib: &ldquo;Alhamdulillah, berarti ente sudah sembuh. Daya ingat ente ternyata sudah kembali.&rdquo; Tinggal si sinshe pulang sambil menggerutu.</p>
]]></description>
	  	  <dc:creator>dedenz</dc:creator>
	  	  	</item>
	</channel>
</rss>