<odd>
<entity uuid="http://www.indokita.com/export/opendd/1547/" class="object" subclass="blog" published="Thu, 17 Sep 2009 12:41:43 -0400" />
<metadata uuid="http://www.indokita.com/export/opendd/1547/attr/owner_uuid/" entity_uuid="http://www.indokita.com/export/opendd/1547/" name="owner_uuid" published="Thu, 17 Sep 2009 12:41:43 -0400" ><![CDATA[http://www.indokita.com/export/opendd/1416/]]></metadata>
<metadata uuid="http://www.indokita.com/export/opendd/1547/attr/container_uuid/" entity_uuid="http://www.indokita.com/export/opendd/1547/" name="container_uuid" published="Thu, 17 Sep 2009 12:41:43 -0400" ><![CDATA[http://www.indokita.com/export/opendd/1416/]]></metadata>
<metadata uuid="http://www.indokita.com/export/opendd/1547/attr/title/" entity_uuid="http://www.indokita.com/export/opendd/1547/" name="title" published="Thu, 17 Sep 2009 12:41:43 -0400" ><![CDATA[Imunisasi Kanker Serviks]]></metadata>
<metadata uuid="http://www.indokita.com/export/opendd/1547/attr/description/" entity_uuid="http://www.indokita.com/export/opendd/1547/" name="description" published="Thu, 17 Sep 2009 12:41:43 -0400" ><![CDATA[<p>Pertama kali denger kata imunisasi, wajar&nbsp;jika menganggap imunisasi itu suatu&nbsp;kewajiban dan hanya diberlakukan untuk anak balita saja. Tapi imunisasi yang 1 ini sangat berbeda dibanding dengan imunisasi untuk anak balita. Imunisasi ini merupakan imunisasi yang pertama untuk sejenis penyakit yang mematikan. Imunisasi pertama untuk sebuah penyakit kanker, yaitu kanker mulut rahim atau disebut kanker Serviks. Sejak 4 bulan yang lalu sudah mulai banyak yang ramai membicarakan imunisasi yang&nbsp;satu ini. Mulai dari sekedar ikut ramai membicarakan imunisasi ini sampai dengan yang ikut meramaikan program kesehatan ini. Butuh 4 bulan juga akhirnya saya pribadi memutuskan mengikuti imunisasi serviks ini. <strong>Imunisasi kanker serviks atau dikenal dengan HPV (Human Papilloma Virus) </strong>merupakan imunisasi yang mencegah virus menginfeksi daerah genital.</p>
<p>Disebut papilloma virus karena juga dapat menimbulkan papiloma atau kutil (wart), yang sebetulnya merupakan jenis tumor jinak, umumnya disebabkan oleh HPV tipe 6 dan 11. Virus ini dapat menimbulkan kutil di tangan, kaki, tenggorokan, dan juga genital. HPV memegang peranan penting dalam hal terjadinya kanker serviks. <strong>Namun demikian, tidak semua tipe HPV menyebabkan kanker serviks. <br /></strong><br />Saat ini diketahui <strong>ada lebih dari 13 tipe HPV yang erat kaitannya dengan kanker serviks</strong>, antara lain tipe 16, 18, 31, 33, 36, 39, 45, 51, 52, 56, 58, 59 dan 68. Tipe 16 dan 18 khususnya ditemukan pada kurang lebih 70% kasus kanker serviks. Sebagian besar infeksi HPV tidak menimbulkan gejala apa pun, bahkan orang tersebut tidak tahu kalau dirinya terkena infeksi. <br /><br />Infeksi seperti ini dapat hilang sendiri tanpa diobati setelah beberapa lama. Itu karena pada dasarnya setiap orang punya sistem kekebalan yang dapat membunuh HPV. Namun, infeksi HPV juga dapat tetap berlangsung dan menetap pada seseorang selama bertahun-tahun tanpa terdeteksi. <br /><br />Tidak ada cara yang mudah untuk mengetahui apakah seseorang terinfeksi HPV. Orang yang tidak menunjukkan tanda atau gejala infeksi HPV tetap dapat menularkan infeksinya. Sekitar 75% orang yang aktif secara seksual antara usia 15&ndash;49 tahun di Amerika Serikat (AS) mengalami sedikitnya satu jenis infeksi HPV. <br /><br />Kanker serviks cenderung muncul pada wanita usia 35&ndash;55 tahun (pada usia produktif). Namun, dapat pula muncul pada perempuan berusia lebih muda. HPV dapat menyebabkan pertumbuhan sel tidak normal yang disebut displasia dan dapat berkembang menjadi kanker serviks.<br /><br />Displasia pada daerah serviks disebut neoplasia intraepitelial serviks (cervical intraepithelial neoplasia/CIN). Epitel merupakan lapisan sel yang meliputi organ atau menutupi permukaan tubuh yang terbuka. Neoplasia berarti perkembangan baru sel yang tidak normal. Displasia dapat dideteksi dengan papsmear.<br /><br />Tes ini sangat penting untuk mendeteksi kanker serviks atau perubahan pra-kanker. Beberapa faktor yang dapat mempermudah terinfeksi virus HPV,yaitu kontak seksual (bukan hanya melalui hubungan intim), wanita yang melahirkan banyak anak, sering menderita infeksi di daerah rahim dan wanita perokok mempunyai risiko dua kali lebih besar terkena kanker serviks dibandingkan dengan wanita yang tidak merokok. Virus ini dapat menular melalui hubungan langsung dengan daerah kulit yang terinfeksi. Penularan dapat juga terjadi dari ibu kepada bayinya. <br /><br /><strong>Saat ini sudah ada vaksin terhadap HPV tipe 6, 11, 16, dan 18 (kuadrivalen) yang dapat mencegah lesi pra-kanker, kanker serviks sekaligus kutil kelamin. </strong>Vaksin ini terdiri atas partikel yang menyerupai virus (VLPs/Virus Like Particle). Partikel ini dibentuk dengan mengambil cangkang virusnya saja dan diperbanyak melalui ragi.<br /><br />Vaksin yang disuntikkan ke dalam tubuh akan merangsang pembentukan antibodi (zat anti), virus yang masuk ke tubuh akan ditangkap antibodi (anti- HPV) sehingga virus tidak bisa masuk ke dalam permukaan serviks. <br /><br />Vaksin ini telah terbukti efektif mencegah terjadinya infeksi penyakit dan mengandung ajuvan, yaitu suatu zat yang ditambahkan ke dalam vaksin untuk meningkatkan respons imun. Efek samping yang ditimbul vaksin juga sangat minimal, umumnya rasa nyeri atau bengkak ringan di bagian penyuntikan. <br /><br />Di indonesia sendiri menyediakan <strong>2 jenis vaksin untuk imunisasi serviks ini, yakni vaksin Gardasil dan Vaksin Servariks.</strong> Saya pribadi memilih jenis vaksin Servariks, karena di bandingkan dengan Vaksin Gardasil, vaksin Servariks ini sudah terbukti bisa membunuh 4 type virus di banding dengan vaksin Gardasil yanng hanya terbukti ampuh membunuh 1 type virus saja.</p>
<p>Vaksin HPV ini terbukti paling efektif diberikan pada orang yang belum pernah terpapar HPV.Vaksin ini terutama dianjurkan diberikan untuk wanita usia muda (remaja). Meskipun studi yang ada juga menunjukkan bahwa vaksin HPV aman dan masih efektif bagi wanita yang sudah terkena infeksi HPV.<br /><br />Vaksin ini bertujuan untuk pencegahan bukan untuk mengobati infeksi atau kelainan yang sudah terjadi. Vaksin HPV diberikan dalam 3 dosis selama jangka 6 bulan (0&ndash;2&ndash;6 bulan).Vaksin ini diberikan di lengan atas secara intramuskular dosis 0,5 ml. Vaksin disimpan pada temperatur 2&ndash;8&deg;C, jangan disimpan di dalam freezer. Sebab, karena suhu yang terlalu dingin akan merusak vaksin.</p>
<p>Bila semua wanita dapat divaksinasi, maka ada potensi jumlah kematian akibat kanker serviks di seluruh dunia dapat turun sebanyak dua-pertiganya. Vaksinasi juga dapat mengurangi biaya pengobatan, biopsi, dan tindakan medis jika seseorang terkena kanker serviks, termasuk juga mengurangi beban emosional.</p>
<p>Untuk sekedar saran, lebih baik menyuntikkan vaksin ini di lengan kiri. karena setelah vaksin di suntikkan ke dalam tubuh, seketika bagian tubuh yang disuntikkan vaksin akan mengalami kram atau pegal. Lebih baik vaksin di suntikkan di lengan kiri, karena aktivitas tidak akan terganggu jika tangan kanan tidak mengalami kram atau pegal (kecuali untuk orang yang memang lebih menggunakan tangan kiri untuk beraktifitas :p). <strong>imunisasi ini di lakukan 3x</strong>. Imunisasi yang ke-2 dilakukan 3 bulan dari imunisasi yang 1, dan imunisasi ke-3 dilakukan 3 bulan dari imunisasi yang ke-2.</p>
<p>Mudah mudah an informasi ini berguna, karena meskipun belum terbukti 100% mematikan semua tipe virus, tapi akan lebih baik mencegah kemungkinan atau resiko berbahaya&nbsp;di kemudian hari.</p>
<p>&nbsp;</p>]]></metadata>
<metadata uuid="http://www.indokita.com/export/opendd/1547/volatile/renderedentity/" entity_uuid="http://www.indokita.com/export/opendd/1547/" name="renderedentity" type="volatile" ><![CDATA[
	<div class="contentWrapper singleview">
	
	<div class="blog_post">
		<h3><a href="http://www.indokita.com/pg/blog/Clarisa/read/1547/imunisasi-kanker-serviks">Imunisasi Kanker Serviks</a></h3>
		<!-- display the user icon -->
		<div class="blog_post_icon">
		    <div class="usericon">
<div class="avatar_menu_button"><img src="http://www.indokita.com/_graphics/spacer.gif" border="0" width="15px" height="15px" /></div>

	<div class="sub_menu">
		<a href="http://www.indokita.com/pg/profile/Clarisa"><h3>Clarisa Devianty</h3></a>
		
	<p class="user_menu_profile">
		<a href="http://www.indokita.com/pg/profile/Clarisa">Profile</a>
	</p>
		<p class="user_menu_friends">
		<a href="http://www.indokita.com/pg/friends/Clarisa/">Friends</a>	
	</p>
	<p class="user_menu_friends_of">
		<a href="http://www.indokita.com/pg/friendsof/Clarisa/">Friends of</a>	
	</p>
	<p class="user_menu_file ">
		<a href="http://www.indokita.com/pg/photos/owned/Clarisa">Photo Albums</a>	
	</p>
	<p class="user_menu_blog">
		<a href="http://www.indokita.com/pg/blog/Clarisa">Blog</a>	
	</p><p class="user_menu_pages">
		<a href="http://www.indokita.com/pg/pages/owned/Clarisa">Pages</a>	
	</p>
	<p class="user_menu_file">
		<a href="http://www.indokita.com/pg/file/Clarisa">Files</a>	
	</p><p class="user_menu_profile">
	<a href="http://www.indokita.com/pg/izap_videos/Clarisa ">Videos</a>
</p>	</div>	
	<a href="http://www.indokita.com/pg/profile/Clarisa" class="icon" ><img src="http://www.indokita.com/mod/profile/icondirect.php?lastcache=1274201060&username=Clarisa&size=tiny" border="0"  title="Clarisa Devianty"  /></a>
</div>

	    </div>
			<p class="strapline">
				September 17, 2009				by <a href="http://www.indokita.com/pg/blog/Clarisa">Clarisa Devianty</a> &nbsp; 
				<!-- display the comments link -->
							    	<a href="http://www.indokita.com/pg/blog/Clarisa/read/1547/imunisasi-kanker-serviks">Comments (0)</a><br />
			    			</p>
			<!-- display tags -->
							<div class="clearfloat"></div>
			<div class="blog_post_body">

			<!-- display the actual blog post -->
				<p>Pertama kali denger kata imunisasi, wajar&nbsp;jika menganggap imunisasi itu suatu&nbsp;kewajiban dan hanya diberlakukan untuk anak balita saja. Tapi imunisasi yang 1 ini sangat berbeda dibanding dengan imunisasi untuk anak balita. Imunisasi ini merupakan imunisasi yang pertama untuk sejenis penyakit yang mematikan. Imunisasi pertama untuk sebuah penyakit kanker, yaitu kanker mulut rahim atau disebut kanker Serviks. Sejak 4 bulan yang lalu sudah mulai banyak yang ramai membicarakan imunisasi yang&nbsp;satu ini. Mulai dari sekedar ikut ramai membicarakan imunisasi ini sampai dengan yang ikut meramaikan program kesehatan ini. Butuh 4 bulan juga akhirnya saya pribadi memutuskan mengikuti imunisasi serviks ini. <strong>Imunisasi kanker serviks atau dikenal dengan HPV (Human Papilloma Virus) </strong>merupakan imunisasi yang mencegah virus menginfeksi daerah genital.</p>
<p>Disebut papilloma virus karena juga dapat menimbulkan papiloma atau kutil (wart), yang sebetulnya merupakan jenis tumor jinak, umumnya disebabkan oleh HPV tipe 6 dan 11. Virus ini dapat menimbulkan kutil di tangan, kaki, tenggorokan, dan juga genital. HPV memegang peranan penting dalam hal terjadinya kanker serviks. <strong>Namun demikian, tidak semua tipe HPV menyebabkan kanker serviks. <br /></strong><br />Saat ini diketahui <strong>ada lebih dari 13 tipe HPV yang erat kaitannya dengan kanker serviks</strong>, antara lain tipe 16, 18, 31, 33, 36, 39, 45, 51, 52, 56, 58, 59 dan 68. Tipe 16 dan 18 khususnya ditemukan pada kurang lebih 70% kasus kanker serviks. Sebagian besar infeksi HPV tidak menimbulkan gejala apa pun, bahkan orang tersebut tidak tahu kalau dirinya terkena infeksi. </p>
<p>Infeksi seperti ini dapat hilang sendiri tanpa diobati setelah beberapa lama. Itu karena pada dasarnya setiap orang punya sistem kekebalan yang dapat membunuh HPV. Namun, infeksi HPV juga dapat tetap berlangsung dan menetap pada seseorang selama bertahun-tahun tanpa terdeteksi. </p>
<p>Tidak ada cara yang mudah untuk mengetahui apakah seseorang terinfeksi HPV. Orang yang tidak menunjukkan tanda atau gejala infeksi HPV tetap dapat menularkan infeksinya. Sekitar 75% orang yang aktif secara seksual antara usia 15&ndash;49 tahun di Amerika Serikat (AS) mengalami sedikitnya satu jenis infeksi HPV. </p>
<p>Kanker serviks cenderung muncul pada wanita usia 35&ndash;55 tahun (pada usia produktif). Namun, dapat pula muncul pada perempuan berusia lebih muda. HPV dapat menyebabkan pertumbuhan sel tidak normal yang disebut displasia dan dapat berkembang menjadi kanker serviks.</p>
<p>Displasia pada daerah serviks disebut neoplasia intraepitelial serviks (cervical intraepithelial neoplasia/CIN). Epitel merupakan lapisan sel yang meliputi organ atau menutupi permukaan tubuh yang terbuka. Neoplasia berarti perkembangan baru sel yang tidak normal. Displasia dapat dideteksi dengan papsmear.</p>
<p>Tes ini sangat penting untuk mendeteksi kanker serviks atau perubahan pra-kanker. Beberapa faktor yang dapat mempermudah terinfeksi virus HPV,yaitu kontak seksual (bukan hanya melalui hubungan intim), wanita yang melahirkan banyak anak, sering menderita infeksi di daerah rahim dan wanita perokok mempunyai risiko dua kali lebih besar terkena kanker serviks dibandingkan dengan wanita yang tidak merokok. Virus ini dapat menular melalui hubungan langsung dengan daerah kulit yang terinfeksi. Penularan dapat juga terjadi dari ibu kepada bayinya. </p>
<p><strong>Saat ini sudah ada vaksin terhadap HPV tipe 6, 11, 16, dan 18 (kuadrivalen) yang dapat mencegah lesi pra-kanker, kanker serviks sekaligus kutil kelamin. </strong>Vaksin ini terdiri atas partikel yang menyerupai virus (VLPs/Virus Like Particle). Partikel ini dibentuk dengan mengambil cangkang virusnya saja dan diperbanyak melalui ragi.</p>
<p>Vaksin yang disuntikkan ke dalam tubuh akan merangsang pembentukan antibodi (zat anti), virus yang masuk ke tubuh akan ditangkap antibodi (anti- HPV) sehingga virus tidak bisa masuk ke dalam permukaan serviks. </p>
<p>Vaksin ini telah terbukti efektif mencegah terjadinya infeksi penyakit dan mengandung ajuvan, yaitu suatu zat yang ditambahkan ke dalam vaksin untuk meningkatkan respons imun. Efek samping yang ditimbul vaksin juga sangat minimal, umumnya rasa nyeri atau bengkak ringan di bagian penyuntikan. </p>
<p>Di indonesia sendiri menyediakan <strong>2 jenis vaksin untuk imunisasi serviks ini, yakni vaksin Gardasil dan Vaksin Servariks.</strong> Saya pribadi memilih jenis vaksin Servariks, karena di bandingkan dengan Vaksin Gardasil, vaksin Servariks ini sudah terbukti bisa membunuh 4 type virus di banding dengan vaksin Gardasil yanng hanya terbukti ampuh membunuh 1 type virus saja.</p>
<p>Vaksin HPV ini terbukti paling efektif diberikan pada orang yang belum pernah terpapar HPV.Vaksin ini terutama dianjurkan diberikan untuk wanita usia muda (remaja). Meskipun studi yang ada juga menunjukkan bahwa vaksin HPV aman dan masih efektif bagi wanita yang sudah terkena infeksi HPV.</p>
<p>Vaksin ini bertujuan untuk pencegahan bukan untuk mengobati infeksi atau kelainan yang sudah terjadi. Vaksin HPV diberikan dalam 3 dosis selama jangka 6 bulan (0&ndash;2&ndash;6 bulan).Vaksin ini diberikan di lengan atas secara intramuskular dosis 0,5 ml. Vaksin disimpan pada temperatur 2&ndash;8&deg;C, jangan disimpan di dalam freezer. Sebab, karena suhu yang terlalu dingin akan merusak vaksin.</p>
<p>Bila semua wanita dapat divaksinasi, maka ada potensi jumlah kematian akibat kanker serviks di seluruh dunia dapat turun sebanyak dua-pertiganya. Vaksinasi juga dapat mengurangi biaya pengobatan, biopsi, dan tindakan medis jika seseorang terkena kanker serviks, termasuk juga mengurangi beban emosional.</p>
<p>Untuk sekedar saran, lebih baik menyuntikkan vaksin ini di lengan kiri. karena setelah vaksin di suntikkan ke dalam tubuh, seketika bagian tubuh yang disuntikkan vaksin akan mengalami kram atau pegal. Lebih baik vaksin di suntikkan di lengan kiri, karena aktivitas tidak akan terganggu jika tangan kanan tidak mengalami kram atau pegal (kecuali untuk orang yang memang lebih menggunakan tangan kiri untuk beraktifitas :p). <strong>imunisasi ini di lakukan 3x</strong>. Imunisasi yang ke-2 dilakukan 3 bulan dari imunisasi yang 1, dan imunisasi ke-3 dilakukan 3 bulan dari imunisasi yang ke-2.</p>
<p>Mudah mudah an informasi ini berguna, karena meskipun belum terbukti 100% mematikan semua tipe virus, tapi akan lebih baik mencegah kemungkinan atau resiko berbahaya&nbsp;di kemudian hari.</p>
<p>&nbsp;</p>
			</div><div class="clearfloat"></div>			
			<!-- display edit options if it is the blog post owner -->
			<p class="options">
						</p>
		</div>
		</div>

]]></metadata>
<metadata uuid="http://www.indokita.com/export/opendd/1547/metadata/6163/" entity_uuid="http://www.indokita.com/export/opendd/1547/" name="comments_on" type="metadata" owner_uuid="http://www.indokita.com/export/opendd/1416/" published="Thu, 17 Sep 2009 12:41:43 -0400" ><![CDATA[on]]></metadata>
<entity uuid="http://www.indokita.com/export/opendd/1547/" class="object" subclass="blog" published="Thu, 17 Sep 2009 12:41:43 -0400" />
<metadata uuid="http://www.indokita.com/export/opendd/1547/attr/owner_uuid/" entity_uuid="http://www.indokita.com/export/opendd/1547/" name="owner_uuid" published="Thu, 17 Sep 2009 12:41:43 -0400" ><![CDATA[http://www.indokita.com/export/opendd/1416/]]></metadata>
<metadata uuid="http://www.indokita.com/export/opendd/1547/attr/container_uuid/" entity_uuid="http://www.indokita.com/export/opendd/1547/" name="container_uuid" published="Thu, 17 Sep 2009 12:41:43 -0400" ><![CDATA[http://www.indokita.com/export/opendd/1416/]]></metadata>
<metadata uuid="http://www.indokita.com/export/opendd/1547/attr/title/" entity_uuid="http://www.indokita.com/export/opendd/1547/" name="title" published="Thu, 17 Sep 2009 12:41:43 -0400" ><![CDATA[Imunisasi Kanker Serviks]]></metadata>
<metadata uuid="http://www.indokita.com/export/opendd/1547/attr/description/" entity_uuid="http://www.indokita.com/export/opendd/1547/" name="description" published="Thu, 17 Sep 2009 12:41:43 -0400" ><![CDATA[<p>Pertama kali denger kata imunisasi, wajar&nbsp;jika menganggap imunisasi itu suatu&nbsp;kewajiban dan hanya diberlakukan untuk anak balita saja. Tapi imunisasi yang 1 ini sangat berbeda dibanding dengan imunisasi untuk anak balita. Imunisasi ini merupakan imunisasi yang pertama untuk sejenis penyakit yang mematikan. Imunisasi pertama untuk sebuah penyakit kanker, yaitu kanker mulut rahim atau disebut kanker Serviks. Sejak 4 bulan yang lalu sudah mulai banyak yang ramai membicarakan imunisasi yang&nbsp;satu ini. Mulai dari sekedar ikut ramai membicarakan imunisasi ini sampai dengan yang ikut meramaikan program kesehatan ini. Butuh 4 bulan juga akhirnya saya pribadi memutuskan mengikuti imunisasi serviks ini. <strong>Imunisasi kanker serviks atau dikenal dengan HPV (Human Papilloma Virus) </strong>merupakan imunisasi yang mencegah virus menginfeksi daerah genital.</p>
<p>Disebut papilloma virus karena juga dapat menimbulkan papiloma atau kutil (wart), yang sebetulnya merupakan jenis tumor jinak, umumnya disebabkan oleh HPV tipe 6 dan 11. Virus ini dapat menimbulkan kutil di tangan, kaki, tenggorokan, dan juga genital. HPV memegang peranan penting dalam hal terjadinya kanker serviks. <strong>Namun demikian, tidak semua tipe HPV menyebabkan kanker serviks. <br /></strong><br />Saat ini diketahui <strong>ada lebih dari 13 tipe HPV yang erat kaitannya dengan kanker serviks</strong>, antara lain tipe 16, 18, 31, 33, 36, 39, 45, 51, 52, 56, 58, 59 dan 68. Tipe 16 dan 18 khususnya ditemukan pada kurang lebih 70% kasus kanker serviks. Sebagian besar infeksi HPV tidak menimbulkan gejala apa pun, bahkan orang tersebut tidak tahu kalau dirinya terkena infeksi. <br /><br />Infeksi seperti ini dapat hilang sendiri tanpa diobati setelah beberapa lama. Itu karena pada dasarnya setiap orang punya sistem kekebalan yang dapat membunuh HPV. Namun, infeksi HPV juga dapat tetap berlangsung dan menetap pada seseorang selama bertahun-tahun tanpa terdeteksi. <br /><br />Tidak ada cara yang mudah untuk mengetahui apakah seseorang terinfeksi HPV. Orang yang tidak menunjukkan tanda atau gejala infeksi HPV tetap dapat menularkan infeksinya. Sekitar 75% orang yang aktif secara seksual antara usia 15&ndash;49 tahun di Amerika Serikat (AS) mengalami sedikitnya satu jenis infeksi HPV. <br /><br />Kanker serviks cenderung muncul pada wanita usia 35&ndash;55 tahun (pada usia produktif). Namun, dapat pula muncul pada perempuan berusia lebih muda. HPV dapat menyebabkan pertumbuhan sel tidak normal yang disebut displasia dan dapat berkembang menjadi kanker serviks.<br /><br />Displasia pada daerah serviks disebut neoplasia intraepitelial serviks (cervical intraepithelial neoplasia/CIN). Epitel merupakan lapisan sel yang meliputi organ atau menutupi permukaan tubuh yang terbuka. Neoplasia berarti perkembangan baru sel yang tidak normal. Displasia dapat dideteksi dengan papsmear.<br /><br />Tes ini sangat penting untuk mendeteksi kanker serviks atau perubahan pra-kanker. Beberapa faktor yang dapat mempermudah terinfeksi virus HPV,yaitu kontak seksual (bukan hanya melalui hubungan intim), wanita yang melahirkan banyak anak, sering menderita infeksi di daerah rahim dan wanita perokok mempunyai risiko dua kali lebih besar terkena kanker serviks dibandingkan dengan wanita yang tidak merokok. Virus ini dapat menular melalui hubungan langsung dengan daerah kulit yang terinfeksi. Penularan dapat juga terjadi dari ibu kepada bayinya. <br /><br /><strong>Saat ini sudah ada vaksin terhadap HPV tipe 6, 11, 16, dan 18 (kuadrivalen) yang dapat mencegah lesi pra-kanker, kanker serviks sekaligus kutil kelamin. </strong>Vaksin ini terdiri atas partikel yang menyerupai virus (VLPs/Virus Like Particle). Partikel ini dibentuk dengan mengambil cangkang virusnya saja dan diperbanyak melalui ragi.<br /><br />Vaksin yang disuntikkan ke dalam tubuh akan merangsang pembentukan antibodi (zat anti), virus yang masuk ke tubuh akan ditangkap antibodi (anti- HPV) sehingga virus tidak bisa masuk ke dalam permukaan serviks. <br /><br />Vaksin ini telah terbukti efektif mencegah terjadinya infeksi penyakit dan mengandung ajuvan, yaitu suatu zat yang ditambahkan ke dalam vaksin untuk meningkatkan respons imun. Efek samping yang ditimbul vaksin juga sangat minimal, umumnya rasa nyeri atau bengkak ringan di bagian penyuntikan. <br /><br />Di indonesia sendiri menyediakan <strong>2 jenis vaksin untuk imunisasi serviks ini, yakni vaksin Gardasil dan Vaksin Servariks.</strong> Saya pribadi memilih jenis vaksin Servariks, karena di bandingkan dengan Vaksin Gardasil, vaksin Servariks ini sudah terbukti bisa membunuh 4 type virus di banding dengan vaksin Gardasil yanng hanya terbukti ampuh membunuh 1 type virus saja.</p>
<p>Vaksin HPV ini terbukti paling efektif diberikan pada orang yang belum pernah terpapar HPV.Vaksin ini terutama dianjurkan diberikan untuk wanita usia muda (remaja). Meskipun studi yang ada juga menunjukkan bahwa vaksin HPV aman dan masih efektif bagi wanita yang sudah terkena infeksi HPV.<br /><br />Vaksin ini bertujuan untuk pencegahan bukan untuk mengobati infeksi atau kelainan yang sudah terjadi. Vaksin HPV diberikan dalam 3 dosis selama jangka 6 bulan (0&ndash;2&ndash;6 bulan).Vaksin ini diberikan di lengan atas secara intramuskular dosis 0,5 ml. Vaksin disimpan pada temperatur 2&ndash;8&deg;C, jangan disimpan di dalam freezer. Sebab, karena suhu yang terlalu dingin akan merusak vaksin.</p>
<p>Bila semua wanita dapat divaksinasi, maka ada potensi jumlah kematian akibat kanker serviks di seluruh dunia dapat turun sebanyak dua-pertiganya. Vaksinasi juga dapat mengurangi biaya pengobatan, biopsi, dan tindakan medis jika seseorang terkena kanker serviks, termasuk juga mengurangi beban emosional.</p>
<p>Untuk sekedar saran, lebih baik menyuntikkan vaksin ini di lengan kiri. karena setelah vaksin di suntikkan ke dalam tubuh, seketika bagian tubuh yang disuntikkan vaksin akan mengalami kram atau pegal. Lebih baik vaksin di suntikkan di lengan kiri, karena aktivitas tidak akan terganggu jika tangan kanan tidak mengalami kram atau pegal (kecuali untuk orang yang memang lebih menggunakan tangan kiri untuk beraktifitas :p). <strong>imunisasi ini di lakukan 3x</strong>. Imunisasi yang ke-2 dilakukan 3 bulan dari imunisasi yang 1, dan imunisasi ke-3 dilakukan 3 bulan dari imunisasi yang ke-2.</p>
<p>Mudah mudah an informasi ini berguna, karena meskipun belum terbukti 100% mematikan semua tipe virus, tapi akan lebih baik mencegah kemungkinan atau resiko berbahaya&nbsp;di kemudian hari.</p>
<p>&nbsp;</p>]]></metadata>
<metadata uuid="http://www.indokita.com/export/opendd/1547/volatile/renderedentity/" entity_uuid="http://www.indokita.com/export/opendd/1547/" name="renderedentity" type="volatile" ><![CDATA[
	<div class="contentWrapper singleview">
	
	<div class="blog_post">
		<h3><a href="http://www.indokita.com/pg/blog/Clarisa/read/1547/imunisasi-kanker-serviks">Imunisasi Kanker Serviks</a></h3>
		<!-- display the user icon -->
		<div class="blog_post_icon">
		    <div class="usericon">
<div class="avatar_menu_button"><img src="http://www.indokita.com/_graphics/spacer.gif" border="0" width="15px" height="15px" /></div>

	<div class="sub_menu">
		<a href="http://www.indokita.com/pg/profile/Clarisa"><h3>Clarisa Devianty</h3></a>
		
	<p class="user_menu_profile">
		<a href="http://www.indokita.com/pg/profile/Clarisa">Profile</a>
	</p>
		<p class="user_menu_friends">
		<a href="http://www.indokita.com/pg/friends/Clarisa/">Friends</a>	
	</p>
	<p class="user_menu_friends_of">
		<a href="http://www.indokita.com/pg/friendsof/Clarisa/">Friends of</a>	
	</p>
	<p class="user_menu_file ">
		<a href="http://www.indokita.com/pg/photos/owned/Clarisa">Photo Albums</a>	
	</p>
	<p class="user_menu_blog">
		<a href="http://www.indokita.com/pg/blog/Clarisa">Blog</a>	
	</p><p class="user_menu_pages">
		<a href="http://www.indokita.com/pg/pages/owned/Clarisa">Pages</a>	
	</p>
	<p class="user_menu_file">
		<a href="http://www.indokita.com/pg/file/Clarisa">Files</a>	
	</p><p class="user_menu_profile">
	<a href="http://www.indokita.com/pg/izap_videos/Clarisa ">Videos</a>
</p>	</div>	
	<a href="http://www.indokita.com/pg/profile/Clarisa" class="icon" ><img src="http://www.indokita.com/mod/profile/icondirect.php?lastcache=1274201060&username=Clarisa&size=tiny" border="0"  title="Clarisa Devianty"  /></a>
</div>

	    </div>
			<p class="strapline">
				September 17, 2009				by <a href="http://www.indokita.com/pg/blog/Clarisa">Clarisa Devianty</a> &nbsp; 
				<!-- display the comments link -->
							    	<a href="http://www.indokita.com/pg/blog/Clarisa/read/1547/imunisasi-kanker-serviks">Comments (0)</a><br />
			    			</p>
			<!-- display tags -->
							<div class="clearfloat"></div>
			<div class="blog_post_body">

			<!-- display the actual blog post -->
				<p>Pertama kali denger kata imunisasi, wajar&nbsp;jika menganggap imunisasi itu suatu&nbsp;kewajiban dan hanya diberlakukan untuk anak balita saja. Tapi imunisasi yang 1 ini sangat berbeda dibanding dengan imunisasi untuk anak balita. Imunisasi ini merupakan imunisasi yang pertama untuk sejenis penyakit yang mematikan. Imunisasi pertama untuk sebuah penyakit kanker, yaitu kanker mulut rahim atau disebut kanker Serviks. Sejak 4 bulan yang lalu sudah mulai banyak yang ramai membicarakan imunisasi yang&nbsp;satu ini. Mulai dari sekedar ikut ramai membicarakan imunisasi ini sampai dengan yang ikut meramaikan program kesehatan ini. Butuh 4 bulan juga akhirnya saya pribadi memutuskan mengikuti imunisasi serviks ini. <strong>Imunisasi kanker serviks atau dikenal dengan HPV (Human Papilloma Virus) </strong>merupakan imunisasi yang mencegah virus menginfeksi daerah genital.</p>
<p>Disebut papilloma virus karena juga dapat menimbulkan papiloma atau kutil (wart), yang sebetulnya merupakan jenis tumor jinak, umumnya disebabkan oleh HPV tipe 6 dan 11. Virus ini dapat menimbulkan kutil di tangan, kaki, tenggorokan, dan juga genital. HPV memegang peranan penting dalam hal terjadinya kanker serviks. <strong>Namun demikian, tidak semua tipe HPV menyebabkan kanker serviks. <br /></strong><br />Saat ini diketahui <strong>ada lebih dari 13 tipe HPV yang erat kaitannya dengan kanker serviks</strong>, antara lain tipe 16, 18, 31, 33, 36, 39, 45, 51, 52, 56, 58, 59 dan 68. Tipe 16 dan 18 khususnya ditemukan pada kurang lebih 70% kasus kanker serviks. Sebagian besar infeksi HPV tidak menimbulkan gejala apa pun, bahkan orang tersebut tidak tahu kalau dirinya terkena infeksi. </p>
<p>Infeksi seperti ini dapat hilang sendiri tanpa diobati setelah beberapa lama. Itu karena pada dasarnya setiap orang punya sistem kekebalan yang dapat membunuh HPV. Namun, infeksi HPV juga dapat tetap berlangsung dan menetap pada seseorang selama bertahun-tahun tanpa terdeteksi. </p>
<p>Tidak ada cara yang mudah untuk mengetahui apakah seseorang terinfeksi HPV. Orang yang tidak menunjukkan tanda atau gejala infeksi HPV tetap dapat menularkan infeksinya. Sekitar 75% orang yang aktif secara seksual antara usia 15&ndash;49 tahun di Amerika Serikat (AS) mengalami sedikitnya satu jenis infeksi HPV. </p>
<p>Kanker serviks cenderung muncul pada wanita usia 35&ndash;55 tahun (pada usia produktif). Namun, dapat pula muncul pada perempuan berusia lebih muda. HPV dapat menyebabkan pertumbuhan sel tidak normal yang disebut displasia dan dapat berkembang menjadi kanker serviks.</p>
<p>Displasia pada daerah serviks disebut neoplasia intraepitelial serviks (cervical intraepithelial neoplasia/CIN). Epitel merupakan lapisan sel yang meliputi organ atau menutupi permukaan tubuh yang terbuka. Neoplasia berarti perkembangan baru sel yang tidak normal. Displasia dapat dideteksi dengan papsmear.</p>
<p>Tes ini sangat penting untuk mendeteksi kanker serviks atau perubahan pra-kanker. Beberapa faktor yang dapat mempermudah terinfeksi virus HPV,yaitu kontak seksual (bukan hanya melalui hubungan intim), wanita yang melahirkan banyak anak, sering menderita infeksi di daerah rahim dan wanita perokok mempunyai risiko dua kali lebih besar terkena kanker serviks dibandingkan dengan wanita yang tidak merokok. Virus ini dapat menular melalui hubungan langsung dengan daerah kulit yang terinfeksi. Penularan dapat juga terjadi dari ibu kepada bayinya. </p>
<p><strong>Saat ini sudah ada vaksin terhadap HPV tipe 6, 11, 16, dan 18 (kuadrivalen) yang dapat mencegah lesi pra-kanker, kanker serviks sekaligus kutil kelamin. </strong>Vaksin ini terdiri atas partikel yang menyerupai virus (VLPs/Virus Like Particle). Partikel ini dibentuk dengan mengambil cangkang virusnya saja dan diperbanyak melalui ragi.</p>
<p>Vaksin yang disuntikkan ke dalam tubuh akan merangsang pembentukan antibodi (zat anti), virus yang masuk ke tubuh akan ditangkap antibodi (anti- HPV) sehingga virus tidak bisa masuk ke dalam permukaan serviks. </p>
<p>Vaksin ini telah terbukti efektif mencegah terjadinya infeksi penyakit dan mengandung ajuvan, yaitu suatu zat yang ditambahkan ke dalam vaksin untuk meningkatkan respons imun. Efek samping yang ditimbul vaksin juga sangat minimal, umumnya rasa nyeri atau bengkak ringan di bagian penyuntikan. </p>
<p>Di indonesia sendiri menyediakan <strong>2 jenis vaksin untuk imunisasi serviks ini, yakni vaksin Gardasil dan Vaksin Servariks.</strong> Saya pribadi memilih jenis vaksin Servariks, karena di bandingkan dengan Vaksin Gardasil, vaksin Servariks ini sudah terbukti bisa membunuh 4 type virus di banding dengan vaksin Gardasil yanng hanya terbukti ampuh membunuh 1 type virus saja.</p>
<p>Vaksin HPV ini terbukti paling efektif diberikan pada orang yang belum pernah terpapar HPV.Vaksin ini terutama dianjurkan diberikan untuk wanita usia muda (remaja). Meskipun studi yang ada juga menunjukkan bahwa vaksin HPV aman dan masih efektif bagi wanita yang sudah terkena infeksi HPV.</p>
<p>Vaksin ini bertujuan untuk pencegahan bukan untuk mengobati infeksi atau kelainan yang sudah terjadi. Vaksin HPV diberikan dalam 3 dosis selama jangka 6 bulan (0&ndash;2&ndash;6 bulan).Vaksin ini diberikan di lengan atas secara intramuskular dosis 0,5 ml. Vaksin disimpan pada temperatur 2&ndash;8&deg;C, jangan disimpan di dalam freezer. Sebab, karena suhu yang terlalu dingin akan merusak vaksin.</p>
<p>Bila semua wanita dapat divaksinasi, maka ada potensi jumlah kematian akibat kanker serviks di seluruh dunia dapat turun sebanyak dua-pertiganya. Vaksinasi juga dapat mengurangi biaya pengobatan, biopsi, dan tindakan medis jika seseorang terkena kanker serviks, termasuk juga mengurangi beban emosional.</p>
<p>Untuk sekedar saran, lebih baik menyuntikkan vaksin ini di lengan kiri. karena setelah vaksin di suntikkan ke dalam tubuh, seketika bagian tubuh yang disuntikkan vaksin akan mengalami kram atau pegal. Lebih baik vaksin di suntikkan di lengan kiri, karena aktivitas tidak akan terganggu jika tangan kanan tidak mengalami kram atau pegal (kecuali untuk orang yang memang lebih menggunakan tangan kiri untuk beraktifitas :p). <strong>imunisasi ini di lakukan 3x</strong>. Imunisasi yang ke-2 dilakukan 3 bulan dari imunisasi yang 1, dan imunisasi ke-3 dilakukan 3 bulan dari imunisasi yang ke-2.</p>
<p>Mudah mudah an informasi ini berguna, karena meskipun belum terbukti 100% mematikan semua tipe virus, tapi akan lebih baik mencegah kemungkinan atau resiko berbahaya&nbsp;di kemudian hari.</p>
<p>&nbsp;</p>
			</div><div class="clearfloat"></div>			
			<!-- display edit options if it is the blog post owner -->
			<p class="options">
						</p>
		</div>
		</div>

]]></metadata>
<metadata uuid="http://www.indokita.com/export/opendd/1547/metadata/6163/" entity_uuid="http://www.indokita.com/export/opendd/1547/" name="comments_on" type="metadata" owner_uuid="http://www.indokita.com/export/opendd/1416/" published="Thu, 17 Sep 2009 12:41:43 -0400" ><![CDATA[on]]></metadata>
</odd>